Oleh : Samsun Huda
Pendidikan,
kau bukan sekadar bangku dan papan tulis,
kau adalah jendela yang membuka dunia,
meski kadang berdebu oleh birokrasi,
dan retak oleh ketimpangan.
Kami bermimpi,
tentang sekolah yang tak hanya menghafal,
tapi mengasah rasa dan logika,
tentang guru yang tak hanya mengajar,
tapi menginspirasi,
tentang murid yang tak hanya patuh,
tapi berani bertanya,
berani bermimpi lebih tinggi dari langit kelasnya.
Pendidikan,
kau harus bangkit dari tidur panjangmu,
berhenti menjadi angka dalam laporan,
dan mulai menjadi cahaya dalam kehidupan.
Kami ingin kurikulum yang hidup,
yang tumbuh bersama zaman,
bukan yang membeku dalam arsip.
Kami ingin teknologi bukan jadi penghalang,
tapi jembatan.
Tablet dan layar bukan musuh buku,
mereka bisa bersahabat,
asal niatnya adalah ilmu,
bukan sekadar gengsi.
Pendidikan,
jadilah taman yang subur,
tempat anak-anak tumbuh dengan akarnya sendiri,
dengan warna yang berbeda,
tapi tetap satu dalam cita.
Kami berdoa,
agar negeri ini tak lagi membedakan mimpi
berdasarkan letak sekolah di peta.
Agar anak di pelosok
punya hak yang sama untuk bercita-cita,
seperti anak di kota.
Dan kelak,
ketika generasi baru berdiri di panggung dunia,
mereka tak hanya membawa ijazah,
tapi juga nilai,
tak hanya gelar,
tapi juga karakter.
Pendidikan,
jadilah cahaya yang tak pernah padam,
meski listrik mati,
meski anggaran terlambat datang.
Karena harapan kami padamu,
adalah harapan untuk masa depan
yang tak sekadar cerdas,
tapi juga bijak. (*)
Moilong, 15 Agustus 2025
SMP Negeri 4 Toili
Dibacakan oleh Rastono Sumardi
klik di bawah ini untuk mendengarkan.












