Banggai Cerdas Berbudaya – Dua sekolah dasar yang berada di pulau terpencil di wilayah Kecamatan Pagimana, yakni SDN Tampe dan SDN Bajo Poat, mencatat sejarah baru. Untuk pertama kalinya, kedua sekolah tersebut sukses melaksanakan gladi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) secara mandiri, Rabu (17/9). Pelaksanaan dipusatkan di SDN Tampe.
Selama ini, anak-anak dari dua desa di Pulau Bajo Poat itu harus menumpang ke sekolah lain di ibu kota kecamatan hanya untuk mengikuti ujian. Ketiadaan jaringan internet serta keterbatasan sarana selalu menjadi kendala utama. Namun tahun ini, berkat perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai di bawah kepemimpinan Kadis Syafrudin Hinelo, S.STP, M.Si, hambatan tersebut akhirnya teratasi.
Dinas menghadirkan perangkat penting berupa Starlink, Power Station, dan Infocus, sehingga pelaksanaan ANBK di pulau terpencil ini bisa berjalan lancar.
Keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif yang terbangun dari tingkat kabupaten hingga kecamatan. Kadis Pendidikan Banggai memastikan dukungan penuh dalam hal kebijakan dan fasilitas. Sementara itu, Kabid SD, Ichwan Amatahir, S.Pd, dan Kabid PAUD, Syamsulbahri Lanta, S.STP, menjalin koordinasi erat dengan Koordinator Pendidikan (penilik) Kecamatan Pagimana, untuk mengarahkan serta mengawal kebijakan. Sinergi inilah yang menjadikan mutu pendidikan di wilayah terpencil tetap terpantau dengan baik.
Masyarakat pun menyambut gembira capaian tersebut. Ketua Komite SDN Tampe, Ajun Nakir, menyampaikan apresiasi mendalam.
“Terima kasih kepada Dinas Pendidikan yang sudah menghadirkan perubahan besar. Kami bangga karena anak-anak di pulau ini akhirnya bisa merasakan ANBK mandiri,” ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan orang tua siswa, Masya R Malaka, dan Normaa Bado’o
“Kami merasa sangat terbantu. Anak-anak tidak perlu lagi jauh menumpang ke sekolah lain. Ini kebahagiaan yang luar biasa bagi kami sebagai orang tua,” tuturnya dengan haru.
Kehadiran fasilitas digital di dua sekolah di Pulau Bajo Poat ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah daerah terhadap pemerataan pendidikan. Dari sebuah pulau kecil yang jauh dari pusat kota, anak-anak Banggai kini dapat merasakan kesempatan yang sama dalam menatap masa depan.
















