Banggai Cerdas Berbudaya – Pagi tadi, di sela-sela peresmian SMP Negeri Mirqan di Kecamatan Luwuk Selatan, Senin (3/8/2026), ada satu bagian sambutan yang paling membekas di benak para tamu undangan. Bukan karena pidatonya panjang, melainkan karena pesan sederhana namun sarat makna yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai, Syafrudin Hinelo, S.STP., M.Si., tentang arti sebuah sekolah bagi masa depan sebuah daerah.

Menurutnya, apa yang disaksikan hari ini mungkin hanya tampak sebagai sebuah seremoni peresmian sekolah. Namun beberapa tahun, bahkan puluhan tahun mendatang, momen tersebut dapat menjadi “cerita emas” yang akan dikenang oleh anak cucu sebagai awal lahirnya harapan baru bagi pendidikan di Kecamatan Luwuk Selatan.
Syafrudin menegaskan bahwa SMP Negeri Mirqan merupakan Sekolah Menengah Pertama Negeri pertama yang berdiri di Kecamatan Luwuk Selatan. Kehadiran sekolah ini menjadi tonggak sejarah sekaligus jawaban atas kebutuhan masyarakat yang selama bertahun-tahun belum memiliki SMP Negeri di wilayah tersebut.
Selama ini, lanjutnya, banyak peserta didik harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP. Alhamdulillah, berkat arahan dan komitmen Bupati dan Wakil Bupati Banggai, kini SMP Negeri Mirqan dapat berdiri megah dan menjadi akses pendidikan yang lebih dekat bagi masyarakat.
“Hari ini bukan sekadar meresmikan bangunan sekolah. Lebih dari itu, kita sedang meresmikan sebuah harapan, membuka kesempatan, dan menanam investasi masa depan bagi generasi Kabupaten Banggai,” tegasnya.
Ia menjelaskan, nama Mirqan diharapkan bukan sekadar menjadi identitas sekolah, tetapi juga menjadi simbol lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, berprestasi, dan mampu bersaing hingga tingkat nasional maupun global.
Menurutnya, sekolah yang hebat tidak dibangun hanya dengan gedung yang megah, tetapi oleh guru-guru yang berdedikasi, peserta didik yang memiliki semangat belajar tinggi, orang tua yang memberikan dukungan penuh, masyarakat yang peduli terhadap pendidikan, serta pemerintah yang terus menghadirkan kebijakan yang berpihak pada peningkatan mutu pendidikan.
Sejak awal, Pemerintah Kabupaten Banggai juga telah menetapkan arah pengembangan SMP Negeri Mirqan sebagai Smart School, yakni sekolah yang memanfaatkan teknologi digital dalam seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan.
Ke depan, sekolah ini diharapkan menjadi pelopor transformasi pendidikan di Kabupaten Banggai melalui pembelajaran interaktif berbasis teknologi, administrasi sekolah yang modern, cepat dan transparan, pemanfaatan media pembelajaran digital serta kecerdasan buatan (AI) secara bijaksana, sekaligus memperkuat karakter, kreativitas, literasi, numerasi, kemampuan berpikir kritis peserta didik, serta membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, inovatif, dan ramah.
Saat ini, SMP Negeri Mirqan telah melaksanakan proses pembelajaran untuk kelas VII, VIII, dan IX dengan jumlah peserta didik sebanyak 45 orang, terdiri atas 36 siswa kelas VII, 4 siswa kelas VIII, dan 5 siswa kelas IX. Pemerintah Kabupaten Banggai optimistis pada tahun depan sekolah ini akan melaksanakan penamatan angkatan pertamanya.
Menutup sambutannya, Syafrudin menyampaikan harapan besar agar sekolah yang baru diresmikan tersebut mampu melahirkan generasi terbaik Kabupaten Banggai
“Kita berharap dari sekolah ini lahir dokter, guru, insinyur, pengusaha, tokoh masyarakat, bahkan suatu hari nanti lahir Bupati Banggai dari Kecamatan Luwuk Selatan. Semoga SMP Negeri Mirqan menjadi mercusuar pendidikan yang menerangi masa depan anak-anak Kabupaten Banggai dan menjadi kebanggaan kita semua,” ujarnya.
Ia pun mengakhiri sambutannya dengan menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Banggai yang telah memberikan dukungan penuh hingga SMP Negeri pertama di Kecamatan Luwuk Selatan akhirnya dapat berdiri.
Peresmian SMP Negeri Mirqan bukan sekadar menandai berdirinya sebuah sekolah baru. Lebih dari itu, momentum ini menjadi simbol dimulainya babak baru pemerataan pendidikan di Kabupaten Banggai. Sebuah langkah yang hari ini mungkin tampak sederhana, namun diyakini akan menjadi warisan berharga dan “cerita emas” yang terus hidup dalam ingatan masyarakat dari generasi ke generasi.


















