Banggai Cerdas Berbudaya — Kisah pilu datang dari Desa Sepa, Kecamatan Pagimana. Dua bersaudara, Apen dan Sintia, terpaksa menghentikan sekolah setelah lulus SD. Kini, keseharian mereka diisi dengan memungut batu dan kelapa untuk membantu ekonomi keluarga.

Peristiwa ini mendapat perhatian serius dari Kabid PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Dinas Pendidikan Kabupaten Banggai, Samsulbahri Lanta, S.STP yang bersama tim turun langsung menemui keluarga mereka. Kehadiran tim disambut hangat dan menjadi harapan baru bagi masa depan Apen dan Sintia.
“Kami tidak ingin anak-anak di Desa Sepa kehilangan hak pendidikannya. Ada jalur pendidikan nonformal melalui PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) yang bisa menjadi solusi agar mereka tetap bisa belajar sambil membantu orang tua,” kata Samsulbahri di hadapan keluarga.
Orang tua Apen dan Sintia pun menyatakan setuju dengan tawaran ini. Mereka berharap anak-anaknya tetap bisa menimba ilmu meski kondisi ekonomi keluarga terbatas.
Dengan mengikuti PKBM, Apen dan Sintia nantinya bisa mendapatkan pendidikan setara dengan sekolah formal dan memperoleh ijazah kesetaraan yang sah. Dinas juga memastikan program ini gratis dan ramah bagi anak-anak di pelosok.
Kehadiran Kabid PAUD PNF bersama tim sekaligus menjadi pengingat bahwa masih banyak anak di desa terpencil yang membutuhkan perhatian. Pendidikan bukan hanya tanggung jawab keluarga, tetapi juga bersama-sama seluruh elemen agar tidak ada generasi yang tertinggal.


















