Banggai Cerdas Berbudaya — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai mulai melaksanakan rangkaian Rapat Koordinasi Verifikasi dan Validasi Tunjangan Tambahan Penghasilan (Tamsil) Tahun 2025, serta Validasi Data Pengelolaan Kinerja Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) melalui aplikasi PMM. Kegiatan ini resmi bergulir sejak Senin (17/11) dengan titik perdana di SDN Bella, kemudian berlanjut pada hari kedua, Selasa (18/11), di SMPN 1 Pagimana.

Pelaksanaan kegiatan ini merujuk pada surat resmi bernomor 800.1.3.1/6048/Scht. dan 800.1.3.1/6047/Scht., yang ditandatangani Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai, Syamsul BahriLanta, S.STP. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh Koordinator dan Kepala Sekolah dari jenjang TK, SD, hingga SMP sesuai dengan jadwal wilayah masing-masing.
Rombongan dari Disdikbud Banggai turun langsung melakukan pendampingan teknis ke setiap lokasi. Tim dipimpin oleh Plt. Sekdis, didampingi Kasubbag Umum dan Kepegawaian, para admin teknis, serta tim analis yang bertugas memverifikasi data, memeriksa kesesuaian dokumen, dan memastikan setiap satuan pendidikan memahami mekanisme penginputan dan koreksi data pada aplikasi PMM maupun proses verifikasi Tamsil.
Menurut Plt. Sekdis, kehadiran langsung jajaran Disdikbud di lapangan menjadi bagian dari komitmen untuk memperkuat kualitas layanan administrasi pendidikan.
“Kegiatan verifikasi Tamsil dan validasi data PMM ini adalah komitmen kami untuk memastikan bahwa seluruh proses administrasi guru berjalan transparan, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Hak-hak guru harus dijaga, tetapi pada saat yang sama tata kelola data juga harus tertib dan sesuai regulasi,” ujar SyamsulBahri Lanta, S.STP.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara Dinas, pengawas, koordinator pendidikan, dan kepala sekolah menjadi kunci kelancaran kegiatan.
“Kami turun langsung ke kecamatan karena ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun satuan pendidikan yang tertinggal. Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan di lapangan adalah kunci agar proses ini berjalan lancar. Dinas hadir untuk membantu, bukan membebani,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menyebut bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kerja besar pembenahan sistem pendidikan daerah.
“Verifikasi dan validasi ini adalah bagian dari upaya besar kita membangun tata kelola pendidikan yang lebih modern dan akuntabel. Data yang bersih akan menghasilkan kebijakan yang tepat, dan pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Banggai,” tutupnya.
Rapat koordinasi ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan lebih, dengan tujuh titik pelaksanaan, di antaranya:
SDN Bella — Senin, 17 November (Bunta, Nuhon, Simpang Raya)
SMPN 1 Pagimana — Selasa, 18 November (Pagimana, Lobu)
SDN Inpres 1 Balantak — Rabu, 19 November (Balantak, Balantak Utara, Balantak Selatan, Mantoh)
SD Inpres Kota Baru — Kamis, 20 November (Luwuk Timur, Masama, Lamala)
TK Adhyaksa Luwuk — Jumat, 21 November (Luwuk, Luwuk Selatan, Luwuk Utara, Bualemo)
SDN Pembina Batui — Senin, 24 November (Nambo, Kintom, Batui, Batui Selatan)
Gedung PKG Toili — Selasa, 25 November (Moilong, Toili, Toili Barat, Toili Jaya)
Melalui kegiatan ini, Disdikbud Banggai memastikan seluruh proses verifikasi dan validasi berlangsung objektif, tepat waktu, dan sesuai prosedur. Data guru yang akurat akan menjadi dasar penyaluran Tamsil 2025 sekaligus memperkuat pelaksanaan manajemen kinerja melalui PMM.
Agenda koordinasi yang melibatkan seluruh pemangku teknis pendidikan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendorong terciptanya tata kelola pendidikan yang lebih profesional, terukur, dan berorientasi pada kualitas layanan.


















