Banggai Cerdas Berbudaya— Hari terakhir rangkaian verifikasi dan validasi Tunjangan Tambahan Penghasilan (Tamsil) 2025 di dataran Toili menghadirkan sebuah momentum khas yang jarang terlihat dalam pelayanan birokrasi. Bukan di ruang rapat, bukan di kantor berpendingin melainkan di halaman sekolah, di atas hamparan rumput yang masih basah oleh embun. Di lokasi sederhana itu, tim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai bersama para koordinator pendidikan wilayah menggelar rapat kecil untuk menuntaskan sisa agenda pelayanan.

Mereka duduk melingkar, mengevaluasi data, membagi tugas lanjutan, dan memastikan tidak ada guru yang tertinggal dari daftar layanan. Tekanan waktu tidak sedikit; antrean panjang guru dari berbagai sekolah mengalir nyaris tanpa jeda. Namun seluruh proses tetap terkendali berkat koordinasi yang kuat di lapangan.
Selama tujuh hari penuh, Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan SyamsulBahri Lanta, S.STP menjadi pusat komando yang memastikan seluruh layanan berjalan cepat, tepat, dan akurat. Ia tidak hanya hadir sebagai pengarah, tetapi juga sebagai motor gerak tim. Hampir di setiap titik pelayanan, Syamsul tampak berada di tengah-tengah para admin: mengurai masalah data yang rumit, memberi keputusan di tempat, memimpin koordinasi lintas bidang, hingga memastikan standar pelayanan tetap terjaga meski jam kerja melampaui batas normal.
Keberadaannya membuat ritme kerja tim stabil. Setiap hambatan baik Dapodik, sertifikasi, TKG/Dacil, SKP PMM, maupun persoalan sarpras—langsung teratasi tanpa menunda proses guru yang lain. Komitmen ini menjadi kunci kelancaran layanan yang padat selama seminggu penuh.
Di sisi lain, Kasubag Umum Lily Ernawati Datu Adam, S.Sos memainkan peran vital yang sering tak terlihat namun sangat menentukan. Sejak hari pertama, ia mengelola seluruh kebutuhan teknis dan logistik tim di lapangan: mobilitas, penjadwalan, pemetaan lokasi, hingga memastikan setiap admin dapat bekerja tanpa kekurangan peralatan atau akses data.
Ibu Lily juga aktif mendampingi para admin dalam proses pelayanan, menjadi penghubung antara pihak sekolah, Koordinator Wilayah, serta tim teknis yang tersebar di beberapa pos layanan. Perannya menjaga ritme kerja tetap stabil, terutama saat tim harus bekerja dari pagi hingga malam tanpa jeda yang memadai.
Keberhasilan pelayanan seminggu penuh tidak bisa dilepaskan dari konsistensi Kasubag Umum menjaga dukungan operasional yang membuat seluruh tim tetap optimal.
Di balik layar koordinasi, para admin dari setiap bidang menjadi garda terdepan pelayanan. Mereka menangani:
Validasi Dapodik
Pemeriksaan Sertifikasi Guru
Pendampingan SKP/PMM
Layanan TKG dan Tunjangan Daerah Terpencil
Revitalisasi dan pemutakhiran sarana-prasarana
Setiap admin bekerja dengan ritme yang sama intensnya: mulai pagi hari hingga malam larut, memproses puluhan hingga ratusan berkas, menjawab pertanyaan guru, menginput data, melakukan verifikasi silang, dan menyelesaikan berkas satu per satu hingga tuntas. Tidak ada keluhan, tidak ada jeda panjang yang ada hanyalah kehendak untuk memastikan semua guru pulang dengan layanan yang selesai.
Dengan berakhirnya rangkaian verifikasi dan validasi di Toili, Disdikbud Banggai menegaskan bahwa seluruh satuan pendidikan telah menerima pendampingan komprehensif.
Kegiatan seminggu penuh ini juga memperlihatkan betapa pentingnya kerja kolaboratif antara admin, Koordinator Wilayah, kepala sekolah, dan dinas.
Perjalanan tujuh hari tim Disdikbud Banggai di lapangan menjadi bukti bahwa pelayanan pendidikan bukan sekadar urusan administrasi, melainkan wujud pengabdian. Rapat di halaman sekolah, pelayanan tanpa henti, istirahat yang sering tertunda, dan koordinasi yang terus berlangsung hingga dini hari menunjukkan bahwa komitmen untuk memajukan pendidikan Banggai tidak pernah padam bahkan ketika tenaga mulai menipis.
Pelayanan yang mereka berikan bukan hanya menyelesaikan data, tetapi menghadirkan kepastian bagi para guru. Dan dari Toili, semangat itu pulang kembali ke Luwuk dengan satu pesan yang jelas: pendidikan Banggai dikerjakan dengan hati, dijalankan dengan dedikasi, dan dibangun melalui kerja bersama yang tak mengenal lelah.


















