UNG Gelar Seminar Nasional–Internasional Bahas Pendidikan Berbasis Komunitas untuk Pembangunan Berkelanjutan Pesisir dan Pedesaan

banner 120x600
banner 468x60

Banggai – Program Studi S2 Pendidikan Non-Formal (PNF) Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai serta sejumlah mitra strategis menggelar Seminar Nasional–Internasional bertema “Pendidikan Masyarakat Berbasis Komunitas untuk Pembangunan Berkelanjutan di Wilayah Pesisir dan Pedesaan” atau Community-Based Education for Sustainable Development in Coastal and Rural Areas, bertempat di Ruang Rapat Umum Kantor Bupati Banggai, Rabu (26/11/2025).

Kegiatan yang berlangsung secara hybrid—diikuti langsung dari Ruang Rapat Umum Kantor Bupati Banggai dan melalui platform Zoom Meeting—dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur I Pascasarjana UNG, Prof. Dr. Ir Hasyim, M.Pd. Dalam sambutan pembukanya, Prof. Hasyim menegaskan bahwa pendidikan berbasis komunitas merupakan pilar utama dalam memperkuat kemandirian masyarakat, terutama di wilayah pesisir dan pedesaan. Ia menekankan bahwa UNG berkomitmen menghadirkan riset, inovasi, dan pembelajaran yang mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat serta mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di daerah.

banner 325x300

Seminar ini dihadiri oleh akademisi, praktisi pendidikan, mahasiswa, peneliti, hingga pegiat pemberdayaan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara.

Pembicara dari Lintas Negara dan Praktisi Daerah

Seminar menghadirkan narasumber dari Thailand hingga para pejabat daerah dan akademisi nasional, yaitu:

  • Dr. Gumpanat Boriboon (Srinakharinwirot University, Thailand)

  • Syafrudin Hinelo, S.STP., M.Si. (Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai)

  • Rastono, S.Pd., ME (Sekretaris DKISP Kabupaten Banggai)

  • Prof. Dr. H. Abdul Hamid Isa, M.Pd. (Pascasarjana PNF UNG)

  • Fitri F.P. Kinanti, S.Si., M.Pd. (Sekretaris III Asosiasi Tutor Pendidikan Kesetaraan Nasional)

Dalam pemaparannya, para pembicara menyoroti urgensi pendidikan berbasis komunitas yang mampu menjawab tantangan masyarakat pesisir dan pedesaan, mulai dari pemanfaatan teknologi digital berbasis AI, penguatan literasi lingkungan, hingga pengembangan ekonomi kreatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Topik inti yang diangkat mencakup:

  • Penerapan Deep Learning untuk Peningkatan Keterampilan DigitalSyafrudin Hinelo

  • Adult Education and Lifelong LearningDr. Gumpanat Boriboon

  • Kontribusi Pendidikan Masyarakat terhadap Ketahanan Sosial-Ekonomi Komunitas PesisirProf. Abdul Hamid Isa

  • Inovasi Ekonomi dan Keterampilan DigitalRastono

  • Keterampilan Penilik dan Pamong Belajar dalam Pemanfaatan Teknologi Berbasis AIFitri F.P. Kinanti

12 Peneliti Paparkan Hasil Riset dalam Sesi Paralel

Seminar dirangkaikan dengan sesi paralel pemaparan hasil penelitian dari berbagai universitas terkemuka, terbagi dalam dua ruang presentasi.

Ruang I (6 Pemakalah)

Mempresentasikan kajian terkait:

  • Sistem peringatan dini bencana berbasis kearifan lokal Gorontalo

  • Penguatan kompetensi pendidik komunitas

  • Pemanfaatan ampas kelapa sebagai adsorben di wilayah pesisir

  • Serta berbagai riset inovatif lainnya

Ruang II (6 Pemakalah)

Mengulas beragam topik, seperti:

  • Pendekatan pedagogik–andragogik

  • Literasi ekologis dalam ekosistem pesisir

  • Pendidikan masyarakat berbasis andragogi

  • Ekopedagogi masyarakat adat

  • Pemanfaatan IoT berdaya rendah untuk pendidikan nonformal di wilayah maritim terpencil

Seluruh peserta memperoleh E-sertifikat, dan para pemakalah mendapatkan kesempatan untuk menerbitkan artikelnya pada jurnal ilmiah yang bekerja sama dengan panitia.

Panitia Pelaksana, Para Mahasiswa Program Studi S2 Pendidikan Non-Formal (PNF) Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo (UNG)

Komitmen UNG dan Pemda Banggai Dorong Pembangunan Berkelanjutan

Dalam sambutan pembuka, Prof. Dr. Ir Hasyim, M.Pd menyampaikan bahwa penguatan pendidikan berbasis komunitas tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai instrumen pembentukan ketahanan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat. UNG, lanjutnya, akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah agar riset dan inovasi akademik dapat diterapkan secara nyata di lapangan.

Sementara itu, Kadis Dikbud Kabupaten Banggai, Syafrudin Hinelo, S.STP, M.Si, menekankan pentingnya inovasi digital, peningkatan kapasitas masyarakat lokal, serta pengembangan SDM sebagai kunci memperkuat ketahanan wilayah pesisir dan pedesaan dari berbagai tantangan zaman.

Ruang Kolaborasi Akademik, Praktisi, dan Pemerintah

Seminar Nasional–Internasional ini menjadi ruang strategis untuk pertukaran gagasan, peningkatan kapasitas, dan penguatan jejaring kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan para pegiat pendidikan masyarakat. Melalui kegiatan ini, UNG dan Pemerintah Kabupaten Banggai mempertegas komitmen bersama untuk mendorong pembangunan berkelanjutan yang bertumpu pada kekuatan komunitas lokal—menuju masyarakat pesisir dan pedesaan yang lebih berdaya, adaptif, dan sejahtera.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *